oleh ums | Sep 8, 2017 | Berita

Kamis, 13 Juli 2017. Puncak Diesnatalis ke XII STIKes Medika Cikarang dengan mengusung tema “ Pendakian yang Mengajarkan Bahwa Pendakian Tidak Hanya Tentang Puncak”, secara simbolis dalam merayakan Diesnatalis Ke XII dilakukan pemotongan tumpeng oleh Dr. Triseu Setianingsih, SKM,MKM selaku Ketua STIKes Medika Cikarang, dalam acara hari ini turut hadir RS.Sentra Medika Group, Babinsa Pasir Gombong, Ulama, Dosen, Staf dan Mahasiswa.
Serangkaian Kegiatan & Lomba Telah Dilaksanakan baik Internal maupun Eksternal, diantara nya Lomba Futsal Antar SMA/SMK Sederajat di Kab.Bekasi (Eksternal), Lomba Catur, Lomba Poster Kesehatan, Lomba Tenis Meja, Lomba Tumpeng, Lomba Medika Idol, Lomba MTQ, Lomba Cerdas Cermat dan Lomba Kebersihan Kelas (Internal).
Perlombaan Lomba Futsal Antar SMA/SMK Sederajat dilaksanakan pada tgl 4-6 Mei 2017, di ikuti 10 Sekolah, Juara 1 SMK Islam Al Amin B, Juara 2 SMAN 1 Cikarang Timur dan Juara 3 SMK Taruna Bakti B, para juara diberikan piala, sertifikat dan uang pembinaan.
Kegiatan Sosial yang dilakukan adalah Pemeriksaan Gratis khusus nya kepada Masyarakat di Kp.Pulo Glatik, Desa Setialaksana Kecamatan Cabangbungin Kab.Bekasi. serta Aksi Donor darah yang bekerjasama dengan PMI Kab.Bekasi yang berlokasi di Kampus STIKes Medika Cikarang.
oleh ums | Mei 30, 2016 | Berita
Lulusan Harus Berkiprah di Dunia Kesehatan
Sumber : Koran Sindo
Jum’at, 31 Oktober 2014 − 13:12 WIB

JAKARTA – Sebanyak 129 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medika Cikarang (Stikes MC) diwisuda di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, kemarin.
Ke-129 mahasiswa ini terdiri dari 27 orang lulusan strata 1 jurusan keperawatan, 82 orang lulusan diploma III, dan 20 orang lulusan profesi keperawatan. Wisuda diawali dengan tarian Pendet asal Bali. Diikuti prosesi sidang senat terbuka di mana para dekan menaiki panggung yang ada. Panitia Sidang Senat Terbuka Stikes MC Paulus Olla mengatakan, wisuda kali ini berbarengan dengan Hari Sumpah Pemuda. Untuk itu, dirinya meminta mahasiswa yang diwisuda untuk terus mengobarkan energi positif, berbakti kepada masyarakat tanpa melihat ras, suku, dan agama.
Profesi bidan dan perawat merupakan profesi yang dilindungi dalam undang-undang. Profesi ini bisa dikatakan sangat vital sebab perawat merupakan penolong tanpa pamrih. “Dengan diwisudanya 129 mahasiswa diharapkan dapat membantu pemerintah dalam dunia kesehatan,” ucapnya. Dia juga meminta maaf kepada mahasiswa maupun orang tua atas apa yang terjadi selama masa pendidikan, karena itu untuk satu tujuan yakni menciptakan perawat yang profesional dan mampu bersaing dengan perawat di luar Indonesia.
“Apa yang didapatkan oleh mahasiswa, itulah bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih luas di lapangan,” ujarnya. Wakil Kepala Stikes MC Triseu Setianingsih mengatakan, sembilan tahun berkiprah di dunia pendidikan kesehatan, Stikes MC berkomitmen untuk menciptakan profesional muda yang mampu berkompetensi dengan kompetitor. Komitmen tersebut dibuktikan dengan didirikannya mini -hospital seluas 600 meter persegi. Ini bertujuan agar mahasiswa yang belajar di Stikes MC bisa mendapatkan pengalaman sebelum turun langsung ke dunia nyata.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga perawat profesional, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan RS Sentra Medika Cikarang, RS Sentra Medika Cisalak, RS Sentra Medika Cibinong, dan RS Harapan Bunda. “Kita terus berkomitmen menyediakan tenaga perawat profesional untuk disalurkan ke Bekasi, Bogor, dan Jakarta,” tuturnya.
Maria Radona, salah satu mahasiswa terbaik dari jurusan keperawatan dengan jenjang strata 1, mengungkapkan saat menjadi mahasiswa dirinya tergerak untuk mengabdi kepada masyarakat. Maka itu, dia sepenuh hati mengikuti setiap pelajaran yang ada. Dengan demikian, dia bisa lebih cepat turun langsung ke dunia kerja. Dia berharap bisa menjadi bagian dari kesembuhan orang yang sakit.
“Saya bersyukur karena mendapat nilai tertinggi, karena dengan ilmu yang saya miliki saya yakin bisa membantu dan mengabdi kepada masyarakat,” ujar wanita yang memiliki IPK 3,72 ini.
oleh ums | Mei 30, 2016 | Berita
106 mahasiswa STIKes Medika Cikarang ikuti Angkat Sumpah dan Capping Day
Sumber : urbancikarang.com
URBANCIKARANG.COM, Cikarang Selatan – Sebanyak 106 mahasiswa D3 Keperawatan dan D3 Kebidanan, serta Profesi NERS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Medika Cikarang hari ini Sabtu (23/04/2016) mengikuti Prosesi Ucap Janji dan Angkat Sumpah atau capping day mahasiswa di Hotel Sahid Lippo Cikarang.
Capping day merupakan tradisi yang biasa dilakukan mahasiswa keperawatan dan kebidanan sebelum melakukan tugas praktik lapangan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, sebagai bentuk pendidikan sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Selain seremonial pemakaian seragam keperawatan dan kebidanan, seluruh mahasiswa juga mengucap janji.
Acara dihadiri antara lain oleh H. Tajili Suprapto, SKM, MM mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bekasi, Ketua PPNI Provinsi Jawa Barat diwakili Wawan Hernawan, SKP, Ketua IBI Kab. Bekasi Hj. Nursiati, S.SiT, MM, Ketua PPNI Kab. Bekasi Aep Sardi, SKM, Direktur RS. Sentra Medika Cikarang, Direktur RS. Sentra Medika Cibinong, Direktur RS. Sentra Medika Cisalak, Direktur RS. Harapan Bunda Jakarta Timur, Kementerian Agama Kab. Bekasi, dan tamu undangan lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bekasi dalam sambutannya menyampaikan acara ucap janji merupakan titik awal dimana para perawat dan bidan sudah siap mengemban tugas di tengah masyarakat, membantu masyarakat. H. Tajili juga menyampaikan pentingnya perawat dan bidan di desa-desa daerah pelosok Kab. Bekasi karena Kab. Bekasi kekurangan tenaga perawat dan bidan. Masalah gizi buruk di Kab. Bekasi juga menjadi sorotan H. Tajili dan mengajak kampus untuk ikut membantu mencurahkan program-program pengentasan gizi buruk.

“Kegiatan ini merupakan tradisi, yang bertujuan agar para mahasiswa dapat menghormati, menghargai, dan memahami makna seragam yang mereka gunakan. Warna putih seragam yang mereka kenakan bermakna mereka harus selalu ikhlas dalam menjalankan tugas menolong sesama. Selain itu, diharapkan dapat menumbuhkan kedisiplinan dan menyatukan mereka, saya tentu menyambut baik karena Kab. Bekasi kekurangan perawat dan bidan. Saat ini masalah yang dihadapi Kab. Bekasi adalah gizi buruk, ayo saya mengajak kampus untuk ikut membantu pemikiran menciptakan program pengentasan kemiskinan” katanya.
Ditemui saat mendampingi prosesi ucap janji dan angkat sumpah, Dr. drg. Eddy Suharso, SH, M.Kes menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah mahasiswa untuk terjun ke tengah masyarakat, dirinya menambahkan agar mahasiswa tidak berpuas diri setelah ucap janji, tetapi mengajak mereka untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan dan keilmuannya dibidang keperawatan dan kebidanan.
“Kampus kami dalam pembelajarannya menerapkan early learning hospital dimana mahasiswa perawat dan bidan sejak semester satu sudah belajar dan terjun di rumah sakit, ini penting untuk menyiapkan tenaga perawat dan bidan yang berkompeten terlebih menghadapi MEA” katanya.
Dalam acara ini pula STIKes Medika Cikarang memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi diantaranya; Program D3 Kebidanan peringkat 1 Sri Lestari dengan IPK 4,00, peringkat 2 Sriani Wulandari dengan IPK 4,00, peringkat 3 Kharisma Putri dengan IPK 3,74.
Program Studi D3 Keperawatan peringkat 1 Heri Kusaeri dengan IPK 3,70, peringkat 2 Eneng Suroh Nufus. P dengan IPK 3,50, peringkat 3 Rifki Herlambang dengan IPK 3,50.
Program Studi NERS peringkat 1 Erika Santia dengan IPK 3,66, peringkat 2 Atika Sari dengan IPK 3,55, peringkat 3 Siti Nursahanah dengan IPK 3,48.
Program Studi NERS Profesi peringkat 1 Castini dengan IPK 4,00, peringkat 2 Maria Radona dengan IPK 4,00, peringkat 3 Casweti dengan IPK 3,92.
Salah satu mahasiswa berprestasi dari NERS yakni Ns. Castini, S. Kep ditemui usai angkat sumpah menyampaikan rasa syukur dan bangganya setelah lima tahun menempuh pendidikan akhirnya berhasil meraih apa yang menjadi impiannya. Dirinya menambahkan tidak ingin cepat berpuas diri dengan apa yang sudah diraihnya saat ini, tapi ingin terus mengembangkan diri.

“Syukur alhamdulillah akhirnya setelah 5 tahun akhirnya berhasil lulus, saya tidak ingin cepat berpuas diri. Ini merupakan langkah awal untuk terus mengembangkan keilmuan yang saya sudah dapat di STIKes Medika Cikarang” katanya kepada urbancikarang.com
Para orangtua yang mengantar putra-putrinya dan menyaksikan prosesi terharu menyaksikan putra-putri mereka akhirnya siap menuju gerbang masa depan mereka. Acara berlangsung hikmat dan meriah diselingi dengan penampilan tari tradisional kreasi mahasiswa STIKes Medika Cikarang. Diakhir acara mahasiswa, orangtua, dosen berfoto bersama.
oleh ums | Mei 9, 2016 | Berita
Sumber : Cikarang Ekspres Bekasi
6 Maret 2015

KOTA BEKASI – Puluhan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medika Cikarang lakukan ucap janji (Caping Day). Ucap Janji sendiri dilaksanakan di Gedung Islamic Center Bekasi Selatan, Kota Bekasi Kamis (5/3). Kegiatan tersebut diikuti oleh 99 mahasiswa, ucap janji sendiri merupakan bentuk pengabdian para mahasiswa untuk membantu para pasien.
Kegiatan ucap janji dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Drg. Anne Nurcandrani, MARS, Ketua PPNI Kabupaten Bekasi Asep Sardi, SKM dan orang tua dari mahasiswa.
Ketua STIKes Medika Cikarang, drg. Eddy Suharso SH, M.Kes mengatakan, kegiatan ucap janji tersebut sejalan dengan prosesi. Karena menurutnya, STIKes Medika mempunyai visi membentuk tenaga ahli yang berbudi luhur, profesional dan mampu mengabdi dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. “Kita juga membangun kemitraan untuk mencapai taraf internasional”, katanya kepada KBE, Kamis (5/3).
Eddy mengatakan, ucap janji ini adalah awal kewajiban belajar untuk masa depan dan memberikan pengabdian yang baik ketika bekerja dibidang kesehatan. Karena menurutnya, mahasiswa STIKes adalah ujung tombak pelayanan dalam meningkatkan derajat kesehatan.
“Semoga ketika nanti mereka berkecimpung langsung di dunia kebidanan dan menangani masalah pada pasien, mereka bisa langsung menangani dengan baik”, tukasnya.