Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW – UMEDS

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW – UMEDS

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H 🤍

Meneladani akhlak Rasulullah, menguatkan iman, dan menebarkan kebaikan.

Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk terus menghadirkan keteladanan, kedamaian, dan kebermanfaatan dalam kehidupan.
Allahumma shalli ‘ala Muhammad.

______________________________
UMEDS, Grab your future!

Informasi pendaftaran
🪩Website : medikasuherman.ac.id
📸 Instagram : @umeds.official
👥Facebook : Universitas Medika Suherman
🎶Tiktok : @letsee_umeds
🐧Twitter : @medikasuherman
💻Youtube : @UniversitasMedikaSuherman
☎️Contact Person Cikarang : 0822-1121-2278, 0811-777-008
☎️Contact Person Cibinong : 0811-33-2121

Langkah Awal GEMA PISANG: Hibah BIMA Dorong Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Karang Asih

Langkah Awal GEMA PISANG: Hibah BIMA Dorong Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Karang Asih

Pemanfaatan potensi lokal dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat. Semangat tersebut menjadi dasar pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “GEMA PISANG (Gerakan Mandiri Pengolahan Salep Daun Pisang): Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Karang Asih untuk Penanganan Ulkus Diabetik dan Kemandirian Ekonomi.”

Program yang dilaksanakan oleh tim Universitas Medika Suherman ini merupakan bagian dari Program Hibah BIMA Tahun 2026. Dukungan Hibah BIMA memiliki peran penting dalam mendorong perguruan tinggi menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui program tersebut, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan kegiatan akademik di lingkungan kampus, tetapi juga hadir secara langsung untuk membantu masyarakat mengembangkan potensinya.

Mengapa Ulkus Diabetik Perlu Mendapat Perhatian?

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah ulkus diabetik atau luka pada penderita diabetes yang sulit sembuh. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh gangguan saraf, gangguan aliran darah, tekanan berulang, serta tingginya risiko infeksi.

Apabila tidak dikenali dan ditangani dengan tepat, ulkus diabetik dapat berkembang menjadi luka yang lebih berat dan menurunkan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami cara menjaga kebersihan kaki, mencegah cedera, mengenali tanda awal luka, dan mengetahui kondisi yang membutuhkan penanganan tenaga kesehatan.

Kader Posyandu memiliki posisi strategis dalam upaya tersebut. Kedekatan kader dengan keluarga dan masyarakat memungkinkan mereka berperan dalam menyampaikan informasi kesehatan, mengingatkan masyarakat tentang tindakan pencegahan, serta mendorong pasien memperoleh pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Sosialisasi sebagai Langkah Awal Program

Tahap awal program GEMA PISANG telah dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi bersama kader Posyandu dan masyarakat Desa Karang Asih. Kegiatan diawali dengan perkenalan tim pelaksana, dilanjutkan dengan penyampaian latar belakang, tujuan, manfaat, dan tahapan program yang akan dilaksanakan.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat memperoleh gambaran mengenai hubungan antara diabetes melitus dan risiko terjadinya ulkus diabetik. Tim juga memperkenalkan rencana pemanfaatan daun pisang sebagai bahan dalam pengembangan salep percontohan serta menjelaskan bentuk keterlibatan kader dalam setiap tahap kegiatan.

Gambar Kader Posyandu Karang Asih dalam kegiatan awal GEMA Pisang, dengan antusiasme yang tinggi

Rangkaian program yang direncanakan meliputi edukasi mengenai ulkus diabetik, pengenalan alat dan bahan, pengolahan daun pisang, demonstrasi dan praktik pembuatan salep percontohan, pengemasan, pelabelan, evaluasi, serta pendampingan mitra. Penjelasan tahapan tersebut penting agar masyarakat memahami arah kegiatan dan mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam pelatihan berikutnya.

Sosialisasi dilaksanakan secara interaktif. Kader dan masyarakat diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan tanggapan, serta mendiskusikan kebutuhan yang berkaitan dengan pelaksanaan program. Partisipasi tersebut menjadi modal awal dalam membangun program yang tidak hanya berasal dari gagasan perguruan tinggi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan mitra.

Mengembangkan Potensi Daun Pisang

Daun pisang merupakan bahan alam yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat. Selama ini, pemanfaatannya lebih banyak terbatas untuk kebutuhan rumah tangga. Melalui GEMA PISANG, masyarakat akan diperkenalkan pada cara mengolah potensi lokal tersebut secara lebih terarah.

Pada tahapan selanjutnya, kader akan mendapatkan pelatihan mengenai pemilihan dan penyiapan bahan, kebersihan alat, proses pengolahan, pembuatan salep percontohan, pengemasan, dan pelabelan. Kader juga akan memperoleh pengenalan dasar mengenai pembagian tugas kelompok, pencatatan kebutuhan bahan, dan penghitungan biaya produksi.

Meskipun demikian, pengembangan produk berbahan alam tetap harus memperhatikan keamanan dan tidak boleh disertai klaim manfaat yang berlebihan. Salep yang akan dibuat dalam program ini merupakan produk edukasi dan percontohan. Produk tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan pemeriksaan, perawatan luka standar, atau terapi yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

Masyarakat juga akan diberikan pemahaman mengenai tanda bahaya ulkus diabetik. Luka yang semakin dalam, bernanah, berbau, menghitam, mengalami perdarahan, atau disertai demam harus segera diperiksa di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dari Sosialisasi Menuju Pemberdayaan

Kegiatan sosialisasi merupakan tahap awal dari proses pemberdayaan yang lebih panjang. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari terbentuknya produk percontohan, tetapi juga dari peningkatan pengetahuan, keterampilan, partisipasi, dan kemampuan mitra untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri.

Tahapan berikutnya akan difokuskan pada edukasi kesehatan, demonstrasi, praktik langsung, pengemasan produk, dan pendampingan kelompok. Melalui proses tersebut, kader Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi penggerak yang mampu menyampaikan informasi kesehatan dan mengembangkan kegiatan produktif berbasis potensi lokal.

Program GEMA PISANG menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Daun pisang yang mudah ditemukan dapat menjadi media pembelajaran untuk mempertemukan edukasi kesehatan, keterampilan pengolahan bahan alam, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Hibah BIMA dan Semangat Kampus Berdampak

Pelaksanaan program ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi melalui dukungan Hibah BIMA Tahun 2026. Program Hibah BIMA memberikan ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam membantu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Keterlibatan perguruan tinggi, kader Posyandu, masyarakat, dan pemangku kepentingan setempat diharapkan dapat menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan pengabdian tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan masyarakat yang memberikan manfaat dalam bidang kesehatan dan kemandirian.

Sosialisasi yang telah dilakukan menjadi langkah pertama perjalanan GEMA PISANG. Masih terdapat tahapan edukasi, pelatihan, produksi, evaluasi, dan pendampingan yang akan dilaksanakan. Namun, kesiapan dan partisipasi awal masyarakat memberikan harapan bahwa program ini dapat tumbuh menjadi kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Melalui GEMA PISANG, Hibah BIMA hadir bukan sekadar sebagai dukungan terhadap kegiatan perguruan tinggi, melainkan sebagai penggerak kolaborasi untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, terampil, dan mandiri.

Penulis:
La Ode Muhammad Anwar, M.Pharm.Sci.
Universitas Medika Suherman

HUT Rektor Universitas Medika Suherman

HUT Rektor Universitas Medika Suherman

Selamat Ulang Tahun, Ibu Rektor! 🎂

Segenap Civitas Akademika Universitas Medika Suherman mengucapkan selamat ulang tahun kepada Rektor Universitas Medika Suherman.

Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebijaksanaan, dan kekuatan dalam memimpin serta membawa UMEDS semakin maju, unggul, dan memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan dan masyarakat.

Terima kasih atas dedikasi dan kepemimpinan yang menginspirasi.
Semoga sukses dan keberkahan selalu menyertai setiap langkah.

Memperingati Hari Pramuka 14 Agustus 2026 – UMEDS

Memperingati Hari Pramuka 14 Agustus 2026 – UMEDS

Selamat Hari Pramuka! 🏕️

14 Agustus menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, dan gotong royong dalam setiap generasi.

Mari terus berkarya, belajar, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dengan semangat Satya dan Darma Pramuka 🧡

Salam Pramuka! ⚜️

Pemerintah Kabupaten Banggai dan Universitas Medika Suherman Perkuat Kolaborasi melalui Tridharma Perguruan Tinggi

Pemerintah Kabupaten Banggai dan Universitas Medika Suherman Perkuat Kolaborasi melalui Tridharma Perguruan Tinggi

Pemerintah Kabupaten Banggai menjalin kerja sama dengan Universitas Medika Suherman (UMEDS) sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan kesehatan di Kabupaten Banggai.

Kerja sama tersebut ditandai dengan MOU Kesepahaman/Perjanjian Kerja Sama yang dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2026, serta dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Banggai dan Universitas Medika Suherman.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banggai dan UMEDS diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, kerja sama diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kompetensi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan dan berbagai program pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Sementara dalam bidang penelitian, UMEDS dan Pemerintah Kabupaten Banggai dapat mengembangkan kajian serta penelitian yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan permasalahan kesehatan di daerah. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam mendukung pengembangan program dan kebijakan yang tepat sasaran.

Adapun melalui bidang pengabdian kepada masyarakat, kedua pihak berkomitmen mendorong pelaksanaan program yang memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat Kabupaten Banggai, khususnya dalam peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan kualitas kesehatan masyarakat.

Rektor Universitas Medika Suherman menyampaikan bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah merupakan bagian dari upaya UMEDS untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.

“UMEDS berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan kesehatan di daerah.”

Pemerintah Kabupaten Banggai juga menyambut baik kerja sama tersebut sebagai peluang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak yang berkelanjutan.

Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Banggai dan Universitas Medika Suherman diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai program kolaboratif yang konkret, inovatif, dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan daerah.

Melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, UMEDS terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berkontribusi dalam penelitian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan Indonesia.

#Red.MKT.

UMEDS Gelar Pengabdian kepada Masyarakat, Edukasi Pengobatan Tradisional dan Hipertensi

UMEDS Gelar Pengabdian kepada Masyarakat, Edukasi Pengobatan Tradisional dan Hipertensi

Sidoarjo, 1 Mei 2026 — Universitas Medika Suherman (UMEDS) melalui Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Edukasi Pengobatan Tradisional dan Darah Tinggi kepada Masyarakat Awam” di halaman Apotek Pengharapan, Sidoarjo.

Kegiatan yang dipimpin oleh apt. Ignasius Agyo Palmado, S.Farm., M.Farm. tersebut diikuti oleh 50 masyarakat sekitar Apotek Pengharapan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi, faktor risikonya, serta pemanfaatan pengobatan tradisional secara rasional, aman, dan tepat.

 Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai faktor risiko hipertensi, aturan penggunaan dan perkembangan pengobatan tradisional, serta cara mengonsumsi obat hipertensi dengan benar. Edukasi disampaikan secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab. Peserta juga mendapatkan informasi mengenai penggunaan tanaman herbal seperti Curcuma longa, Camellia sinensis, dan fenugreek.

Selain edukasi, kegiatan dilengkapi dengan pemeriksaan tekanan darah, skrining sederhana risiko diabetes, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta juga memperoleh pamflet sebagai bahan informasi yang dapat dipelajari kembali setelah kegiatan.

 

 

Selain edukasi, kegiatan dilengkapi dengan pemeriksaan tekanan darah, skrining sederhana risiko diabetes, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta juga memperoleh pamflet sebagai bahan informasi yang dapat dipelajari kembali setelah kegiatan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Lebih dari 80 persen peserta mencapai kategori nilai baik hingga sangat baik pada post-test. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi melalui ceramah interaktif, leaflet, dan sesi tanya jawab efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait hipertensi dan pengobatan tradisional.

Melalui kegiatan ini, UMEDS terus berkomitmen menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi dengan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Program Studi Sarjana Farmasi UMEDS dalam edukasi, deteksi dini, dan pendampingan penggunaan obat tradisional yang aman dan tepat di lingkungan masyarakat.

#Red.MKT.