Menunggu Asa Menjadi Dokter Hewan Berkualitas

Menunggu Asa Menjadi Dokter Hewan Berkualitas

 

Di sudut desa Tambelang, Bekasi, sawah-sawah membentang luas seperti permadani hijau yang tak pernah lelah menampung jejak langkah petani. Setiap pagi, Ranti Mulyani bergegas membantu ayah di pematang, mengamati dua ekor kerbau yang menjadi tumpuan utama musim tanam. Kerbau itu bukan sekadar alat, melainkan sahabat setia keluarganya. Ranti masih ingat betapa cemasnya suasana rumah ketika salah satu kerbau sakit. Ayah berjuang semalaman, mencari daun, ramuan, dan menuntun kerbau ke balai desa berharap ada yang bisa menolong. Namun tak selalu ada dokter hewan yang datang. Rasa putus asa bercampur harap menumbuhkan tekad baru di hati Ranti.

Sejak itu, impian menjadi dokter hewan tumbuh seperti benih di musim penghujan. Bagi Ranti, profesi dokter hewan adalah jalan pulang—cara merawat kehidupan desa, menjaga hewan ternak, dan menguatkan keluarga petani seperti keluarganya sendiri. Ia ingin ayahnya tak perlu lagi berjaga malam sendirian saat kerbau sakit, ingin memastikan desa kecilnya tidak kehilangan tawa karena ternak yang mati tiba-tiba. Dalam benaknya, dokter hewan bukan hanya soal obat dan suntikan, melainkan sahabat para petani, penopang ekonomi desa, dan pelindung ekosistem kecil yang rapuh.

Suatu pagi, kabar gembira mengalir pelan ke telinga Ranti. Universitas Medika Suherman akan membuka Fakultas Kedokteran Hewan. Nama universitas itu menjadi perbincangan di mushola, warung kopi, bahkan di antara para ibu yang menjemur gabah di halaman. Setiap hari, sepulang dari sawah, Ranti duduk di ruang tamu yang sederhana, membuka gawai, dan menulis alamat https://pmb.medikasuherman.ac.id/ berulang kali. Halaman website itu menjadi jendela harapan, satu-satunya jalur menuju impian yang selama ini terasa jauh.

Belum ada menu pendaftaran untuk Fakultas Kedokteran Hewan di sana, tetapi Ranti selalu kembali, memastikan setiap perubahan di laman itu. Hatinya bergetar setiap kali muncul pengumuman baru. Ranti tahu, kehadiran fakultas ini bisa mengubah nasib banyak keluarga petani. Jika izin dari pemerintah benar-benar keluar, ia akan menjadi pendaftar pertama, tanpa ragu menulis nama Tambelang dan nama ayahnya pada kolom alamat. Ia membayangkan belajar tentang kesehatan ternak, anatomi, dan penyakit hewan, lalu kembali ke desa—membawa ilmu untuk kerbau ayah dan semua hewan di Tambelang.

Alasan Ranti memilih Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Medika Suherman bukan semata-mata karena letaknya yang dekat dari Bekasi, tetapi juga karena visi besar yang ditawarkan: membangun kesehatan hewan sebagai fondasi ketahanan pangan desa. Ranti ingin menjadi dokter hewan yang turun langsung ke sawah, menolong tanpa pamrih, menjadi harapan baru bagi anak-anak petani yang selama ini hanya bisa menatap kalender menunggu musim panen. Ia ingin memberi rasa aman bagi keluarganya, memastikan tidak ada lagi malam-malam penuh kecemasan saat hewan ternak sakit.

Ranti tahu, setiap perubahan besar dimulai dari langkah kecil—dari ketekunan membuka website pendaftaran, dari doa yang dipanjatkan usai subuh, dari keyakinan bahwa mimpi seorang anak petani layak diperjuangkan. Sambil menunggu izin resmi pemerintah, Ranti menuliskan cita-cita pada secarik kertas, menempelkannya di dinding kamar: “Menjadi dokter hewan, mengabdi untuk kerbau ayah dan desa Tambelang.” Harapannya kini tidak lagi sunyi, tetapi mengalir bersama semangat seluruh keluarga petani yang bermimpi menjemput masa depan bersama Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Medika Suherman.

 

#Red.MKT.

 

 

Universitas Medika Suherman Ikuti Sosialisasi Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal Program Kosabangsa di Universitas Islam Bandung

Universitas Medika Suherman Ikuti Sosialisasi Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal Program Kosabangsa di Universitas Islam Bandung

Bandung, 19 Juni 2025 — Universitas Medika Suherman (UMS) berpartisipasi aktif dalam kegiatan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Penyusunan Proposal Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DIKTI RISTEK), bekerja sama dengan Universitas Islam Bandung (UNISBA).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada perguruan tinggi mengenai mekanisme pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak dan Program Kosabangsa, sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas proposal dari mahasiswa dan dosen dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan di masyarakat.

Dalam forum ini, Universitas Medika Suherman mengutus perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang diwakili oelh Ns. Yulta Kandang, S.Kep., M.Kep., Pembimbing BEM Universitas Ag Dwi Winarno, SE., MM, serta Hilwa Nuril Mujahidah Perwakilan selaku Kementerian Dalam dan Luar Negeri BEM Universitas Medika Suherman. Keterlibatan UMS mencerminkan komitmen kuat kampus dalam mendukung implementasi Kampus Berdampak dan Mahasiswa Berdampak — dua pilar utama yang mendorong transformasi pendidikan tinggi agar lebih relevan, solutif, dan terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Kampus Berdampak adalah visi perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik internal, tetapi aktif berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan di sekitarnya. Sementara itu, Mahasiswa Berdampak adalah mahasiswa yang dibina untuk menjadi agen perubahan, memiliki empati sosial tinggi, serta mampu merancang dan menjalankan program berbasis data, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi lintas sektor.

UMS menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menciptakan karya nyata yang berdampak luas. Program ini menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis pengalaman, riset terapan, dan pengabdian yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar, tapi juga berkontribusi secara nyata.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Universitas Medika Suherman menargetkan peningkatan kontribusi kampus dalam program-program DIKTI SAINTEK, memperluas jejaring kemitraan nasional, meningkatkan publikasi kegiatan pengabdian, serta mendorong lahirnya proposal-proposal inovatif dari civitas akademika.

#Red.KMHS

Universitas Medika Suherman Gelar Seminar Internasional bertema “Healthcare in Digital Era”

Universitas Medika Suherman Gelar Seminar Internasional bertema “Healthcare in Digital Era”

Universitas Medika Suherman bersama International University Collaboration (IUC) dengan bangga menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Healthcare in Digital Era”, yang berlangsung pada hari Jumat, 20 Juni 2025, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di lantai 2 Fakultas Kedokteran Gigi, Cibitung, Cikarang Barat, Bekasi.

Seminar ini menghadirkan pembicara terkemuka dari dalam dan luar negeri. Bertindak sebagai Keynote Speaker, Rektor Universitas Medika Suherman, Dr. Triseu Setianingsih, SKM., MKM., membuka acara dengan membahas pentingnya transformasi digital dalam dunia kesehatan.

Sesi pertama diisi oleh pembicara internasional Prof. Dr. Hamdan Daniel, Direktur Urusan Internasional dari Innovative University College (IUC) Malaysia, membawakan materi bertema “Personal Branding in the Digital Business Era”, yang membahas tantangan dan peluang dalam membangun profesionalisme tenaga kesehatan di dunia digital.

Sementara itu, Ns. Retno A.P.S., S.Kep., M.Kes., selaku Wakil Rektor Universitas Medika Suherman, yang mengangkat topik “Optimizing Personal Branding for Students & Healthcare Providers to Become Inspiring Role Models”. Ia menekankan pentingnya membangun citra diri yang positif di era digital untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan.

Acara ini dimoderatori oleh Rama Rosadi, S.M., M.M., dan dipandu oleh Nurhasan, S.E., M.M. sebagai Master of Ceremony. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pendaftar melalui tautan registrasi yang telah disediakan.

Dengan terselenggaranya seminar ini, Universitas Medika Suherman menunjukkan komitmennya untuk terus memperluas wawasan dan kerja sama internasional di bidang pendidikan dan kesehatan, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital.

#Red.MKT.

Dari Riset ke Paten : Workshop Teknis Penulisan Draft Paten bersama Ahli

Dari Riset ke Paten : Workshop Teknis Penulisan Draft Paten bersama Ahli

Dalam upaya memperkuat ekosistem inovasi dan mendorong hilirisasi hasil riset, LPPM Universitas Medika Suherman menyelenggarakan Workshop Standar Penulisan Draft Paten pada Rabu, 18 Juni 2025, bertempat di Aula Gedung FKG UMS.

Acara ini menghadirkan narasumber utama Drs. Ahmad Muniri, Pemeriksa Paten Ahli Utama dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI), Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung sejak pagi hingga sore dan diikuti oleh dosen dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Medika Suherman.

Workshop ini bertujuan untuk menghasilkan minimal 10 draft paten awal dari peserta workshop sebagai langkah konkret dalam memperkuat perlindungan inovasi dosen, meningkatkan pemahaman teknis peserta mengenai tata cara penulisan klaim, deskripsi, dan gambar paten yang sesuai dengan standar Ditjen KI, membangun jejaring kolaboratif antara peneliti Universitas Medika Suherman dan Ditjen KI Kemenkumham dalam pengembangan dan perlindungan kekayaan intelektual.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM UMS, Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya, S.Kep., MSN, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kampus untuk menjadi pusat riset dan inovasi berbasis paten. “Kami ingin memfasilitasi para dosen dan peneliti agar tidak hanya menghasilkan publikasi, tapi juga karya yang terlindungi secara hukum dan siap dikomersialisasikan,” ujarnya.

Melalui workshop ini, Universitas Medika Suherman menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan instansi pemerintah terkait.

#Red.MKT.

Universitas Medika Suherman Jajaki Kerjasama dengan Rumah Domba Bekasi : Dukung Rencana Pendirian Fakultas Kedokteran Hewan

Universitas Medika Suherman Jajaki Kerjasama dengan Rumah Domba Bekasi : Dukung Rencana Pendirian Fakultas Kedokteran Hewan

Bekasi, 17 Juni 2025 – Universitas Medika Suherman (UMS) tengah mempersiapkan langkah strategis dalam pengembangan bidang pendidikan kesehatan hewan melalui penjajakan kerja sama dengan Rumah Domba Bekasi. Inisiatif ini merupakan bagian dari rencana pendirian Fakultas Kedokteran Hewan UMS.

Penjajakan kerja sama ini ditandai dengan kunjungan tim Rumah Domba Bekasi ke Universitas Medika Suherman untuk menjajaki potensi kolaborasi dalam hal praktik lapangan, pelatihan, riset, hingga pemanfaatan fasilitas sebagai teaching farm.

Pihak Rumah Domba Bekasi siap mendukung sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan kedokteran hewan yang aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan industri peternakan serta kesehatan hewan.

Rencana pendirian Fakultas Kedokteran Hewan UMS diharapkan menjadi yang pertama di kawasan industri Bekasi dan menjadi pionir dalam mencetak dokter hewan unggul yang siap menghadapi tantangan global di bidang kesehatan hewan dan peternakan.

#Red.MKT.