Langkah Awal GEMA PISANG: Hibah BIMA Dorong Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Karang Asih

Langkah Awal GEMA PISANG: Hibah BIMA Dorong Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Karang Asih

Pemanfaatan potensi lokal dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat. Semangat tersebut menjadi dasar pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “GEMA PISANG (Gerakan Mandiri Pengolahan Salep Daun Pisang): Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Karang Asih untuk Penanganan Ulkus Diabetik dan Kemandirian Ekonomi.”

Program yang dilaksanakan oleh tim Universitas Medika Suherman ini merupakan bagian dari Program Hibah BIMA Tahun 2026. Dukungan Hibah BIMA memiliki peran penting dalam mendorong perguruan tinggi menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui program tersebut, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan kegiatan akademik di lingkungan kampus, tetapi juga hadir secara langsung untuk membantu masyarakat mengembangkan potensinya.

Mengapa Ulkus Diabetik Perlu Mendapat Perhatian?

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah ulkus diabetik atau luka pada penderita diabetes yang sulit sembuh. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh gangguan saraf, gangguan aliran darah, tekanan berulang, serta tingginya risiko infeksi.

Apabila tidak dikenali dan ditangani dengan tepat, ulkus diabetik dapat berkembang menjadi luka yang lebih berat dan menurunkan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami cara menjaga kebersihan kaki, mencegah cedera, mengenali tanda awal luka, dan mengetahui kondisi yang membutuhkan penanganan tenaga kesehatan.

Kader Posyandu memiliki posisi strategis dalam upaya tersebut. Kedekatan kader dengan keluarga dan masyarakat memungkinkan mereka berperan dalam menyampaikan informasi kesehatan, mengingatkan masyarakat tentang tindakan pencegahan, serta mendorong pasien memperoleh pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Sosialisasi sebagai Langkah Awal Program

Tahap awal program GEMA PISANG telah dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi bersama kader Posyandu dan masyarakat Desa Karang Asih. Kegiatan diawali dengan perkenalan tim pelaksana, dilanjutkan dengan penyampaian latar belakang, tujuan, manfaat, dan tahapan program yang akan dilaksanakan.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat memperoleh gambaran mengenai hubungan antara diabetes melitus dan risiko terjadinya ulkus diabetik. Tim juga memperkenalkan rencana pemanfaatan daun pisang sebagai bahan dalam pengembangan salep percontohan serta menjelaskan bentuk keterlibatan kader dalam setiap tahap kegiatan.

Gambar Kader Posyandu Karang Asih dalam kegiatan awal GEMA Pisang, dengan antusiasme yang tinggi

Rangkaian program yang direncanakan meliputi edukasi mengenai ulkus diabetik, pengenalan alat dan bahan, pengolahan daun pisang, demonstrasi dan praktik pembuatan salep percontohan, pengemasan, pelabelan, evaluasi, serta pendampingan mitra. Penjelasan tahapan tersebut penting agar masyarakat memahami arah kegiatan dan mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam pelatihan berikutnya.

Sosialisasi dilaksanakan secara interaktif. Kader dan masyarakat diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan tanggapan, serta mendiskusikan kebutuhan yang berkaitan dengan pelaksanaan program. Partisipasi tersebut menjadi modal awal dalam membangun program yang tidak hanya berasal dari gagasan perguruan tinggi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan mitra.

Mengembangkan Potensi Daun Pisang

Daun pisang merupakan bahan alam yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat. Selama ini, pemanfaatannya lebih banyak terbatas untuk kebutuhan rumah tangga. Melalui GEMA PISANG, masyarakat akan diperkenalkan pada cara mengolah potensi lokal tersebut secara lebih terarah.

Pada tahapan selanjutnya, kader akan mendapatkan pelatihan mengenai pemilihan dan penyiapan bahan, kebersihan alat, proses pengolahan, pembuatan salep percontohan, pengemasan, dan pelabelan. Kader juga akan memperoleh pengenalan dasar mengenai pembagian tugas kelompok, pencatatan kebutuhan bahan, dan penghitungan biaya produksi.

Meskipun demikian, pengembangan produk berbahan alam tetap harus memperhatikan keamanan dan tidak boleh disertai klaim manfaat yang berlebihan. Salep yang akan dibuat dalam program ini merupakan produk edukasi dan percontohan. Produk tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan pemeriksaan, perawatan luka standar, atau terapi yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

Masyarakat juga akan diberikan pemahaman mengenai tanda bahaya ulkus diabetik. Luka yang semakin dalam, bernanah, berbau, menghitam, mengalami perdarahan, atau disertai demam harus segera diperiksa di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dari Sosialisasi Menuju Pemberdayaan

Kegiatan sosialisasi merupakan tahap awal dari proses pemberdayaan yang lebih panjang. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari terbentuknya produk percontohan, tetapi juga dari peningkatan pengetahuan, keterampilan, partisipasi, dan kemampuan mitra untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri.

Tahapan berikutnya akan difokuskan pada edukasi kesehatan, demonstrasi, praktik langsung, pengemasan produk, dan pendampingan kelompok. Melalui proses tersebut, kader Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi penggerak yang mampu menyampaikan informasi kesehatan dan mengembangkan kegiatan produktif berbasis potensi lokal.

Program GEMA PISANG menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Daun pisang yang mudah ditemukan dapat menjadi media pembelajaran untuk mempertemukan edukasi kesehatan, keterampilan pengolahan bahan alam, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Hibah BIMA dan Semangat Kampus Berdampak

Pelaksanaan program ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi melalui dukungan Hibah BIMA Tahun 2026. Program Hibah BIMA memberikan ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam membantu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Keterlibatan perguruan tinggi, kader Posyandu, masyarakat, dan pemangku kepentingan setempat diharapkan dapat menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan pengabdian tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan masyarakat yang memberikan manfaat dalam bidang kesehatan dan kemandirian.

Sosialisasi yang telah dilakukan menjadi langkah pertama perjalanan GEMA PISANG. Masih terdapat tahapan edukasi, pelatihan, produksi, evaluasi, dan pendampingan yang akan dilaksanakan. Namun, kesiapan dan partisipasi awal masyarakat memberikan harapan bahwa program ini dapat tumbuh menjadi kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Melalui GEMA PISANG, Hibah BIMA hadir bukan sekadar sebagai dukungan terhadap kegiatan perguruan tinggi, melainkan sebagai penggerak kolaborasi untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, terampil, dan mandiri.

Penulis:
La Ode Muhammad Anwar, M.Pharm.Sci.
Universitas Medika Suherman

UMEDS Gelar Pengabdian kepada Masyarakat, Edukasi Pengobatan Tradisional dan Hipertensi

UMEDS Gelar Pengabdian kepada Masyarakat, Edukasi Pengobatan Tradisional dan Hipertensi

Sidoarjo, 1 Mei 2026 — Universitas Medika Suherman (UMEDS) melalui Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Edukasi Pengobatan Tradisional dan Darah Tinggi kepada Masyarakat Awam” di halaman Apotek Pengharapan, Sidoarjo.

Kegiatan yang dipimpin oleh apt. Ignasius Agyo Palmado, S.Farm., M.Farm. tersebut diikuti oleh 50 masyarakat sekitar Apotek Pengharapan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi, faktor risikonya, serta pemanfaatan pengobatan tradisional secara rasional, aman, dan tepat.

 Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai faktor risiko hipertensi, aturan penggunaan dan perkembangan pengobatan tradisional, serta cara mengonsumsi obat hipertensi dengan benar. Edukasi disampaikan secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab. Peserta juga mendapatkan informasi mengenai penggunaan tanaman herbal seperti Curcuma longa, Camellia sinensis, dan fenugreek.

Selain edukasi, kegiatan dilengkapi dengan pemeriksaan tekanan darah, skrining sederhana risiko diabetes, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta juga memperoleh pamflet sebagai bahan informasi yang dapat dipelajari kembali setelah kegiatan.

 

 

Selain edukasi, kegiatan dilengkapi dengan pemeriksaan tekanan darah, skrining sederhana risiko diabetes, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta juga memperoleh pamflet sebagai bahan informasi yang dapat dipelajari kembali setelah kegiatan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Lebih dari 80 persen peserta mencapai kategori nilai baik hingga sangat baik pada post-test. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi melalui ceramah interaktif, leaflet, dan sesi tanya jawab efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait hipertensi dan pengobatan tradisional.

Melalui kegiatan ini, UMEDS terus berkomitmen menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi dengan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Program Studi Sarjana Farmasi UMEDS dalam edukasi, deteksi dini, dan pendampingan penggunaan obat tradisional yang aman dan tepat di lingkungan masyarakat.

#Red.MKT.

 

FISTEK UMEDS Gelar PKM Bersama SMK Al-Amin Cikarang Utara

FISTEK UMEDS Gelar PKM Bersama SMK Al-Amin Cikarang Utara

Program Studi Sarjana Bisnis Digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Teknologi (FISTEK), Universitas Medika Suherman (UMEDS) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMK Al-Amin Cikarang Utara. Kegiatan ini mengangkat tema “Optimalisasi Media Sosial Untuk Penjualan Online” dengan fokus strategi penjualan digital. Puluhan siswa kelas 10 dan 11 konsentrasi pemasaran mengikuti kegiatan sejak awal dengan antusias tinggi. Suasana aula terlihat aktif dan penuh perhatian.

Acara dibuka dengan salam dan sambutan kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Pihak SMK Al-Amin menyambut baik kegiatan tersebut. Sekolah menilai edukasi digital sangat penting bagi siswa saat ini karena dunia bisnis online dianggap semakin dekat dengan generasi muda. Karena itu, kegiatan seperti ini dinilai relevan.

Dekan FISTEK UMEDS, Rama Rosadi, S.M., M.M. beserta jajaran dosen Program Studi Bisnis Digital hadir sebagai narasumber. Kolaborasi kampus dan sekolah terlihat berjalan baik. Usai sambutan dari pihak SMK Al-Amin, Dekan FISTEK UMEDS memberikan kata sambutan sekaligus menyampaikan materi bertema Service Excellence. Materi membahas pentingnya pelayanan dalam dunia bisnis untuk meningkatkan loyalitas pelanggan.

Rama Rosadi menjelaskan pelayanan menjadi nilai penting sebuah usaha. Sikap ramah dan respons cepat sangat dibutuhkan pelanggan. Kualitas layanan juga memengaruhi citra bisnis. Penjelasan diberikan dengan contoh sederhana membuat peserta makin mengerti dan memperhatikan penjelasan.

Untuk memperdalam materi, maka berikutnya membahas Branding oleh Ag. Dwi Winarno, S.E., M.M. Peserta diperkenalkan pada pentingnya identitas produk. Branding yang kuat mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Materi dikaitkan dengan media sosial modern.

Dwi Winarno menjelaskan branding bukan hanya soal logo. Branding juga berkaitan dengan pengalaman pelanggan. Strategi visual dan komunikasi harus berjalan seimbang. Penjelasan tersebut mudah dipahami siswa.

Sesi berikutnya diisi oleh Wakil Dekan FISTEK UMED, Santoso, S.Kom., M.Si. dengan tema Experience Selling 1000 pcs. Materi berisi pengalaman menjual produk melalui media digital. Peserta terlihat antusias mendengar pengalaman langsung tersebut. Suasana aula menjadi lebih interaktif.

Santoso menjelaskan pentingnya konsistensi promosi dalam bisnis online. Media sosial dapat memperluas pasar dengan biaya efisien. Pemahaman pasar juga menentukan keberhasilan penjualan. Banyak siswa terlihat termotivasi.

Materi bisnis online tidak akan lengkap tanpa Search Engine yang Optimal, maka itu materi selanjutnya membahas SEO oleh Niko Suwaryo, S.Kom., M.Kom. Peserta diperkenalkan pada strategi optimasi mesin pencari. SEO dinilai penting dalam pemasaran digital modern. Materi ini menarik perhatian siswa.

Niko menjelaskan SEO membantu website lebih mudah ditemukan pengguna internet. Strategi kata kunci menjadi bagian penting dalam optimasi digital. Konten yang baik juga memengaruhi posisi pencarian. Penjelasan diberikan secara sederhana.

Materi Public Speaking bersama Sandy Gunarso, S.Kom., M.I.Kom. juga dinilai penting karena tanpa kemampuan komunikasi, maka pelaku bisnis tidak akan dapat menyampaikan idenya dengan maksimal kepada para investor. Untuk itulah, Sandy Gunarso melalui materi berjudul “Berani Bicara, Berani Tampil” menekankan pentingnya komunikasi di depan umum. Kemampuan berbicara dinilai penting dalam dunia pendidikan dan bisnis. Peserta mulai aktif berinteraksi.

Sandy Gunarso mengajak siswa berani tampil di depan umum. Public speaking disebut dapat dilatih melalui kebiasaan. Rasa percaya diri menjadi kunci komunikasi yang baik. Peserta terlihat lebih aktif selama sesi berlangsung.

Kegiatan ini tidak hanya membahas teori digital marketing. Para narasumber juga memberikan motivasi kepada siswa. Media sosial didorong menjadi sarana produktif dan kreatif. Pesan tersebut terus disampaikan sepanjang kegiatan.

Antusiasme siswa terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak peserta mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Diskusi berlangsung aktif dan komunikatif. Suasana aula menjadi lebih hangat saat beberapa siswa diberi hadiah karena pertanyaan dan jawaban mereka yang sangat baik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Universitas Medika Suherman terus berupaya hadir di tengah masyarakat. Edukasi digital menjadi fokus utama kegiatan pengabdian kali ini. Banyak siswa mengaku mendapat wawasan baru setelah mengikuti kegiatan.

Para dosen berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Edukasi digital dianggap penting menghadapi perkembangan zaman. Siswa diharapkan lebih siap menghadapi dunia kerja modern. Kampus juga ingin memperluas manfaat kegiatan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan komunikatif. Narasumber menyampaikan materi dengan gaya santai dan mudah dipahami. Peserta terlihat nyaman mengikuti setiap sesi. Interaksi antara siswa dan pemateri berjalan baik.

Dokumentasi bersama menjadi penutup kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Seluruh peserta dan narasumber mengikuti sesi foto bersama. Momen tersebut menjadi simbol kolaborasi pendidikan dan teknologi. Acara berakhir dengan suasana penuh semangat.

Program Studi Sarjana Bisnis Digital Universitas Medika Suherman menilai kegiatan ini sebagai langkah positif. Literasi digital perlu diperkenalkan sejak tingkat sekolah. Siswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara kreatif. Dunia digital dinilai memiliki peluang besar.

SMK Al-Amin Cikarang juga berharap kerja sama dengan kampus terus berlanjut. Kegiatan edukasi seperti ini dianggap membantu pengembangan siswa. Dunia pendidikan perlu bergerak mengikuti perubahan teknologi. Kolaborasi menjadi salah satu solusi.

#Red.MKT.

Webinar Hari Gizi Nasional 2026 : “Kunci Menuju Indonesia Emas: Bangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkarakter”

Webinar Hari Gizi Nasional 2026 : “Kunci Menuju Indonesia Emas: Bangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkarakter”

Bekasi, 20 Mei 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2026, LDP Gizi Swastha Harena bekerja sama dengan Universitas Medika Suherman sukses menyelenggarakan Webinar Gizi Optimal bertajuk “Kunci Menuju Indonesia Emas: Bangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkarakter” pada Sabtu, 16 Mei 2026 secara daring dan luring.

Kegiatan ini menghadirkan para narasumber kompeten di bidang gizi dan kesehatan, yaitu Dr. Rita Ramayulis, DCN., M.Kes, Maryatul Qibtiyah, S.Gz., RD, dan Deni Alamsah, SP., M.Si. Webinar dipandu oleh moderator Dandi Sanjaya, S.Tr.Gz., M.Gz serta MC Putri Bosalya.

Melalui webinar ini, peserta diajak memahami pentingnya peran gizi dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. Materi yang disampaikan mencakup perubahan perilaku gizi, pelayanan kesehatan melalui implementasi asuhan gizi, hingga pentingnya peran keluarga dalam membangun generasi berkualitas.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, mulai dari dietisien, nutrisionis, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Selain memperoleh ilmu dan wawasan baru, peserta juga mendapatkan e-sertifikat, materi bermanfaat, serta nilai SKP bagi sasaran peserta tertentu.

Universitas Medika Suherman mendukung penuh kegiatan edukatif seperti ini sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang dan kesehatan generasi masa depan.

Dengan terselenggaranya webinar ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa pemenuhan gizi optimal merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

#Red.MKT.

 

Luaran Karya Visual PM-BEM UMEDS 2025

Luaran Karya Visual PM-BEM UMEDS 2025

Program pengabdian masyarakat di Desa Gunung Menyan, Kabupaten Bogor, dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi lokal melalui transformasi UMKM dan PKK berbasis inovasi berkelanjutan.

Tim mahasiswa Universitas Medika Suherman melakukan pendampingan intensif pada sektor produksi pangan rumahan dan penguatan strategi pemasaran digital.

__________
UMEDS, Grab your future!

Informasi pendaftaran
🪩Website : medikasuherman.ac.id
📸 Instagram : @umeds.official
👥Facebook : Universitas Medika Suherman
🎶Tiktok : @letsee_umeds
🐧Twitter : @medikasuherman
💻Youtube : @UniversitasMedikaSuherman
☎️Contact Person Cikarang : 0822-1121-2278, 0811-777-008
☎️Contact Person Cibinong : 0811-33-2121