Di pagi yang perlahan tumbuh hangat di kampus Universitas Medika Suherman, sebuah percakapan baru mulai menyusup ke antara dinding-dinding ruang auditorium yang selama ini lebih sering menjadi saksi diskusi kesehatan manusia. Hari itu, kursi-kursi disusun rapi, tirai putih dibuka lebar, dan cahaya mentari menelusup pelan—seolah ikut menyambut momen yang tidak sekadar menambah daftar acara rutin, tetapi berpotensi mengubah arah perjalanan sebuah institusi.
Universitas Medika Suherman, dengan sejarah panjang di bidang kesehatan, memilih untuk menjejakkan kaki pada ranah yang selama ini nyaris tak tersentuh: kedokteran hewan. Tidak sekadar sebagai fakultas baru, tetapi sebagai gerbang harapan untuk membangun ekosistem ilmu yang menyatukan manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu kerangka kemanusiaan yang lebih utuh. Lokakarya pendirian Fakultas Kedokteran Hewan ini menjadi ruang untuk mimpi dan kekhawatiran bertemu, harapan dan tantangan duduk berdampingan, serta ide-ide segar dipertemukan dengan realitas yang tak selalu ramah.
Ruang auditorium, yang sehari-hari menjadi tempat diskusi tentang kesehatan manusia, pagi itu terasa berbeda. Dekorasi sederhana menciptakan atmosfer hangat dan membangkitkan semangat kebersamaan. Tidak ada barikade formalitas yang kaku, yang terasa hanya harapan, kegelisahan, dan mungkin juga secuil keraguan tentang perjalanan panjang yang akan ditempuh. Setiap sudut ruangan seolah menjadi tempat berkumpulnya mimpi-mimpi baru, menunggu hari untuk tumbuh dan berakar di tanah yang sama.
Tiga nama besar telah hadir dan duduk di barisan depan. Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D. dikenal luas sebagai sosok yang telah lama menorehkan jejak dalam pengembangan dunia kedokteran hewan nasional. Di sampingnya, Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si., membawa nuansa akademik dan pengalaman lintas benua yang selalu kaya perspektif. Hadir pula Dr. drh. Muhammad Munawaroh, M.M., yang kerap menjadi jembatan antara dunia praktik lapangan dan riset ilmiah di berbagai daerah. Ketiganya, hari itu, bukan sekadar narasumber, melainkan inspirasi sekaligus pondasi awal bagi harapan banyak orang di ruangan itu.
Pendirian Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Medika Suherman bukan sekadar respons terhadap kebutuhan pasar, melainkan jawaban atas kegelisahan yang lama mengendap di dunia pendidikan dan kesehatan hewan tanah air. Indonesia, dengan ragam fauna dan kompleksitas ekosistemnya, selama ini masih kekurangan dokter hewan yang bukan hanya andal secara akademis, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial dan tantangan zaman. Dengan hadirnya Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Medika Suherman, lahirlah harapan akan generasi baru dokter hewan yang tidak hanya cakap dan berilmu, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.
#Red.MKT.