Kuliah Pakar : Optimalisasi Manajemen Jalan Nafas dan Sirkulasi pada Pasien Stroke: Pendekatan Keperawatan Anestesi Berbasis Bukti

Kuliah Pakar : Optimalisasi Manajemen Jalan Nafas dan Sirkulasi pada Pasien Stroke: Pendekatan Keperawatan Anestesi Berbasis Bukti

 

 

PENGUMUMAN KULIAH PAKAR 📢

Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Universitas Medika Suherman mengundang seluruh mahasiswa dan civitas akademika UMedS untuk mengikuti kegiatan Kuliah Pakar dengan tema:

🩺 Optimalisasi Manajemen Jalan Nafas dan Sirkulasi pada Pasien Stroke: Pendekatan Keperawatan Anestesi Berbasis Bukti

👩‍🏫 Narasumber:
Sunita Sinaga, S.Tr.Kes., S.Kep., Ners., M.MRS., MH
(Dosen Prodi STKA Universitas An Nasher Cirebon)

🎙 Moderator:
Ns. Muh. Nur Syamsu, S.Tr.Kep., M.Tr.Kep

đź“… Tanggal: Rabu, 27 Agustus 2025
⏰ Waktu: 08.00 – 11.30 WIB
đź’» Media: Zoom Meeting

đź”— Link Pendaftaran: https://forms.gle/VvEDtnoJzJWhyqbeA

📌 Instagram: @himanest_umeds | @medikasuhermanuniversity
📌 Contact Person: 081391121992 ( WhatsApp )

Jangan lewatkan kesempatan untuk menambah wawasan dan ilmu di bidang Keperawatan Anestesiologi.
Mari bergabung dan ambil peran dalam pengembangan pengetahuan berbasis bukti!

Workshop Pendidikan Inklusi untuk Guru Bimbingan dan Konseling dengan tema “Mewujudkan Pembelajaran Inklusif di SMA/SMK Menuju Sekolah Ramah Semua Murid” di UMEDS

Workshop Pendidikan Inklusi untuk Guru Bimbingan dan Konseling dengan tema “Mewujudkan Pembelajaran Inklusif di SMA/SMK Menuju Sekolah Ramah Semua Murid” di UMEDS

Bekasi, 12 Agustus 2025 – Universitas Medika Suherman (UMEDS) melalui komitmennya terhadap kemajuan pendidikan menggelar Workshop Pendidikan Inklusi untuk Guru Bimbingan dan Konseling dengan tema “Mewujudkan Pembelajaran Inklusif di SMA/SMK Menuju Sekolah Ramah Semua Murid”. Kegiatan ini berlangsung di Kampus UMEDS dan diikuti oleh para guru BK dari berbagai SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Bekasi dan sekitarnya.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru BK dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap murid tanpa terkecuali dapat merasa diterima, didukung, dan difasilitasi sesuai kebutuhan masing-masing. Materi yang disampaikan mencakup strategi identifikasi kebutuhan siswa, penanganan kasus khusus, hingga penerapan kebijakan sekolah yang berpihak pada semua murid.

Rektor Universitas Medika Suherman dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran guru BK sebagai garda depan dalam membentuk sekolah ramah anak. “Pendidikan inklusif bukan sekadar konsep, tetapi praktik nyata yang harus diwujudkan di sekolah. Melalui pelatihan ini, kami berharap guru BK dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Selain sesi materi, peserta juga mengikuti diskusi kelompok dan studi kasus yang dipandu oleh narasumber, yaitu Ibu Irene Surti Yulianti, S.Pd, ABA, DIPL. DEAF yang berpengalaman di bidang pendidikan inklusif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman serta merancang rencana aksi yang dapat langsung diterapkan di sekolah.

Dengan terselenggaranya workshop ini, UMEDS menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan, tidak hanya melalui pembelajaran di perguruan tinggi tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap guru dan sekolah di berbagai jenjang pendidikan.

#Red.MKT.

Universitas Medika Suherman Gelar Lokakarya Pendirian Fakultas Kedokteran Hewan dan Penandatanganan Kerja Sama Strategis

Universitas Medika Suherman Gelar Lokakarya Pendirian Fakultas Kedokteran Hewan dan Penandatanganan Kerja Sama Strategis

Universitas Medika Suherman (UMS) mengambil langkah strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi bidang kesehatan dengan menyelenggarakan Lokakarya Pendirian Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Penandatanganan Kerja Sama pada Selasa, 24 Juni 2025, bertempat di Gedung Fakultas Kedokteran Gigi, Lt. 2, Kampus UMS Cibitung, Jawa Barat.

Lokakarya ini menghadirkan dua tokoh utama dalam bidang kedokteran hewan nasional, yakni Dr. drh. Muhammad Munawaroh, M.M., Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), dan Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D., Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI). Keduanya memberikan paparan strategis mengenai urgensi, tata kelola, dan roadmap pendirian Fakultas Kedokteran Hewan, termasuk tantangan dan peluang yang akan dihadapi ke depan.

Selain sesi lokakarya, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Medika Suherman dan sejumlah mitra strategis, sebagai fondasi kolaborasi dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan penelitian kedokteran hewan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Universitas Medika Suherman optimis untuk segera merealisasikan pendirian Fakultas Kedokteran Hewan dalam waktu dekat, melengkapi portofolio institusi sebagai pusat unggulan pendidikan di bidang kesehatan.

#Red.MKT.

Lokakarya Penyatu Ide Berlian Kedokteran Hewan

Lokakarya Penyatu Ide Berlian Kedokteran Hewan

 

Di pagi yang perlahan tumbuh hangat di kampus Universitas Medika Suherman, sebuah percakapan baru mulai menyusup ke antara dinding-dinding ruang auditorium yang selama ini lebih sering menjadi saksi diskusi kesehatan manusia. Hari itu, kursi-kursi disusun rapi, tirai putih dibuka lebar, dan cahaya mentari menelusup pelan—seolah ikut menyambut momen yang tidak sekadar menambah daftar acara rutin, tetapi berpotensi mengubah arah perjalanan sebuah institusi.

Universitas Medika Suherman, dengan sejarah panjang di bidang kesehatan, memilih untuk menjejakkan kaki pada ranah yang selama ini nyaris tak tersentuh: kedokteran hewan. Tidak sekadar sebagai fakultas baru, tetapi sebagai gerbang harapan untuk membangun ekosistem ilmu yang menyatukan manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu kerangka kemanusiaan yang lebih utuh. Lokakarya pendirian Fakultas Kedokteran Hewan ini menjadi ruang untuk mimpi dan kekhawatiran bertemu, harapan dan tantangan duduk berdampingan, serta ide-ide segar dipertemukan dengan realitas yang tak selalu ramah.

Ruang auditorium, yang sehari-hari menjadi tempat diskusi tentang kesehatan manusia, pagi itu terasa berbeda. Dekorasi sederhana menciptakan atmosfer hangat dan membangkitkan semangat kebersamaan. Tidak ada barikade formalitas yang kaku, yang terasa hanya harapan, kegelisahan, dan mungkin juga secuil keraguan tentang perjalanan panjang yang akan ditempuh. Setiap sudut ruangan seolah menjadi tempat berkumpulnya mimpi-mimpi baru, menunggu hari untuk tumbuh dan berakar di tanah yang sama. 

Tiga nama besar telah hadir dan duduk di barisan depan. Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D. dikenal luas sebagai sosok yang telah lama menorehkan jejak dalam pengembangan dunia kedokteran hewan nasional. Di sampingnya, Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si., membawa nuansa akademik dan pengalaman lintas benua yang selalu kaya perspektif. Hadir pula Dr. drh. Muhammad Munawaroh, M.M., yang kerap menjadi jembatan antara dunia praktik lapangan dan riset ilmiah di berbagai daerah. Ketiganya, hari itu, bukan sekadar narasumber, melainkan inspirasi sekaligus pondasi awal bagi harapan banyak orang di ruangan itu.

Pendirian Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Medika Suherman bukan sekadar respons terhadap kebutuhan pasar, melainkan jawaban atas kegelisahan yang lama mengendap di dunia pendidikan dan kesehatan hewan tanah air. Indonesia, dengan ragam fauna dan kompleksitas ekosistemnya, selama ini masih kekurangan dokter hewan yang bukan hanya andal secara akademis, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial dan tantangan zaman. Dengan hadirnya Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Medika Suherman, lahirlah harapan akan generasi baru dokter hewan yang tidak hanya cakap dan berilmu, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. 

#Red.MKT.

 

 

 

 

Universitas Medika Suherman Ikuti Sosialisasi Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal Program Kosabangsa di Universitas Islam Bandung

Universitas Medika Suherman Ikuti Sosialisasi Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal Program Kosabangsa di Universitas Islam Bandung

Bandung, 19 Juni 2025 — Universitas Medika Suherman (UMS) berpartisipasi aktif dalam kegiatan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Penyusunan Proposal Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DIKTI RISTEK), bekerja sama dengan Universitas Islam Bandung (UNISBA).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada perguruan tinggi mengenai mekanisme pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak dan Program Kosabangsa, sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas proposal dari mahasiswa dan dosen dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan di masyarakat.

Dalam forum ini, Universitas Medika Suherman mengutus perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang diwakili oelh Ns. Yulta Kandang, S.Kep., M.Kep., Pembimbing BEM Universitas Ag Dwi Winarno, SE., MM, serta Hilwa Nuril Mujahidah Perwakilan selaku Kementerian Dalam dan Luar Negeri BEM Universitas Medika Suherman. Keterlibatan UMS mencerminkan komitmen kuat kampus dalam mendukung implementasi Kampus Berdampak dan Mahasiswa Berdampak — dua pilar utama yang mendorong transformasi pendidikan tinggi agar lebih relevan, solutif, dan terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Kampus Berdampak adalah visi perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik internal, tetapi aktif berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan di sekitarnya. Sementara itu, Mahasiswa Berdampak adalah mahasiswa yang dibina untuk menjadi agen perubahan, memiliki empati sosial tinggi, serta mampu merancang dan menjalankan program berbasis data, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi lintas sektor.

UMS menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menciptakan karya nyata yang berdampak luas. Program ini menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis pengalaman, riset terapan, dan pengabdian yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar, tapi juga berkontribusi secara nyata.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Universitas Medika Suherman menargetkan peningkatan kontribusi kampus dalam program-program DIKTI SAINTEK, memperluas jejaring kemitraan nasional, meningkatkan publikasi kegiatan pengabdian, serta mendorong lahirnya proposal-proposal inovatif dari civitas akademika.

#Red.KMHS

Universitas Medika Suherman Gelar Seminar Internasional bertema “Healthcare in Digital Era”

Universitas Medika Suherman Gelar Seminar Internasional bertema “Healthcare in Digital Era”

Universitas Medika Suherman bersama International University Collaboration (IUC) dengan bangga menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Healthcare in Digital Era”, yang berlangsung pada hari Jumat, 20 Juni 2025, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di lantai 2 Fakultas Kedokteran Gigi, Cibitung, Cikarang Barat, Bekasi.

Seminar ini menghadirkan pembicara terkemuka dari dalam dan luar negeri. Bertindak sebagai Keynote Speaker, Rektor Universitas Medika Suherman, Dr. Triseu Setianingsih, SKM., MKM., membuka acara dengan membahas pentingnya transformasi digital dalam dunia kesehatan.

Sesi pertama diisi oleh pembicara internasional Prof. Dr. Hamdan Daniel, Direktur Urusan Internasional dari Innovative University College (IUC) Malaysia, membawakan materi bertema “Personal Branding in the Digital Business Era”, yang membahas tantangan dan peluang dalam membangun profesionalisme tenaga kesehatan di dunia digital.

Sementara itu, Ns. Retno A.P.S., S.Kep., M.Kes., selaku Wakil Rektor Universitas Medika Suherman, yang mengangkat topik “Optimizing Personal Branding for Students & Healthcare Providers to Become Inspiring Role Models”. Ia menekankan pentingnya membangun citra diri yang positif di era digital untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan.

Acara ini dimoderatori oleh Rama Rosadi, S.M., M.M., dan dipandu oleh Nurhasan, S.E., M.M. sebagai Master of Ceremony. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pendaftar melalui tautan registrasi yang telah disediakan.

Dengan terselenggaranya seminar ini, Universitas Medika Suherman menunjukkan komitmennya untuk terus memperluas wawasan dan kerja sama internasional di bidang pendidikan dan kesehatan, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital.

#Red.MKT.